Sabtu, 03 Agustus 2013

PERNYATAAN RESMI MENGENAI PUBLIC RELATION

(DITETAPKAN SECARA RESMI OLEH PERTEMUAN PRSA, 6 NOVEMBER 1982)
Public relation membantu masyarakat kita yang rumit dan pluralistis untuk menjangkau dan berfungsi secara lebih efektif dengan meningkatkan pengertian timbal balik antara kelompok masyarakat dan lembaga. Public relation berfungsi mendorong agar kebijakan pribadi dan kebijakan masyarakat berjalan dengan serasi.

Public relation bergerak dalam berbagai macam lembaga dalam masyarakat, seperti bisnis, serikat buruh, instansi pemerintah, asosiasi social, yayasan, rumah sakit, dan lembaga pendidikan serta agama. Untuk mencapai sasaran mereka, lembaga-lembaga ini harus mengbangkan hubungan efektif dengan berbagai lapisan masyarakat atau kalangan seperti karayawan, anggota, pelanggan, warga setempat, pemegang saham dan institusi-institusi lain, dan dengan masyarakat secara luas.

Manajemen lembaga perlu memahami sikap dan nilai-nilai kalangan masyarakatnya agar berhasil menjangkau sasaran lembaganya. Sasaran itu sendiri dibentuk oleh lingkungan eksterm. Praktisi public relation bertindak sebagai konsultan bagi manajemen, dan sebagai mediator, membantu mengupas tujuan pribadi menjadi kebijakan dan tindakan yang wajar, dan dapat diterima oleh masyarakat umum.

Sebagai satu fungsi manajemen, public relation mencakup kegiat sebagai berikut:
1. Mengantisipasi, mengnalisis, dan mengupas pendapat masyarakat, sikap dan isu yang mungkin membawa dampak, entah baik atau buruk, bagi operasional dan rencana organisasi.

2. Memberi konsultasi kepada manajemen di semua tingkat dalam organisasi sehubungan dengan keputusan kebijakan, rangkaian tindakan dan komunikasi, mempertimbankan seluk-beluk kebijakan dan tanggung jawab sosial atau kewargaan dari organisasi.

3. Melakukan riset dan evaluasi, secara berkesinambungan, program-program tindakan dan komunikasi untuk mendapatkan pengertian masyarakat yang telah dihubungi demi keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Kegiatan ini mungkin termasuk pemasaran, pencarian dana, hubungan dengan karyawan, msyarakat atau pemerintah dan program-program lain.

4. Merencanakan dan melaksanakan usaha-usaha organisasi untuk memengaruhi atau mengubah kebijakan masyarakat,

5. Menentukan tujuan, merencanakan, menganggarkan, merekrut dan melatih staf, mengembangkan fasilitas – ringkasnya, mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan semua kegiatan di atas.

Contoh dari ilmu pengetahuan yang mungkin perlu dikuasai oleh praktisi public relaition professional mencakup seni komunikasi, psikologi, psikologi social, sosiologi, ilmu politik, ekonomi dan prinsip-prinsip manajemen dan etika. Pengetahuan dan kecakapan teknis diperlukan untuk riset opini, analisis isu umum, hubungan media, pengiriman surat, pemasangan iklan kelembagaan, publikasi, produksi film/video, peristiwa khusus, sambutan dan presentasi.

Dalam membantu mengupas dan melaksanakan kebijakan, praktisi public relation menggunakan segala macam kecakapan komunikasi professional dan memainkan peran terpadu baik dalam organisasi maupun antarorganisasi dengan lingkungan eksterm.

Kamis, 01 Agustus 2013

APAKAH PUBLIC RELATION ITU?


Orang sering berbicara mengenai public relation tanpa mengetahui secara persis apa itu. Mengingat bidang ini mempunyai banyak aspek-beberapa jelas, dan beberapa kabur-mereka mungkin hanya memahami satu unsur dari suatu kegiatan yang penuh liku.
 
Public relation adalah hal pokok dalam dunia masa kini yang rumit, guna memuluskan proses komunikasi dan pemahaman. Public relation mencakup riset dan analisis, penyususnan kebijakan, pemrograman, komunikasi, dan umpan balik dari masyarakat yang terkena dampaknya. Praktisi public relation bekerja pada dua tingkat yang berbeda; sebagai penasihat bagi klien mereka atau manajemen suatu perusahaan, dan sebagai teknisi yang menampilkan kejamakan fungsi.

Terdapat berbagai definisi public relation, karena bidang ini mempunyai banyak faset sehingga fungsinya yang luas tidak mudah dirangkum dalam beberapa kata saja. Dalam bab ini berbagai definisi disoroti. Sesudah menyimak berbagai jenis definisi, pembaca akan dapat memformulasikan sendiri definisi mereka berdasarkan garis yang dapat ditarik ke seluruh definisi dalam daftar.

Jelaslah bahwa seseorang yang bekerja dalam public relation harus serba tahu. Seperti yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya, seorang praktisi membutuhkan kemampuan dan pelatihan untuk menulis dengan baik, menciptakan proyek dan peristiwa, menangani aspek-aspek teknis dalam berurusan dengan media berita, menasihati klien dan majikan, menilai suasana hati masyarakat, mendeteksi dan menganalisis problem, dan membuat keputusan dengan hati-hati.

DEFINISI TIADA BATAS
Penulis buku referensi Scott M. Cutlip, Allen H. Center, dan Glen M. Broom dalam edisi keenam: Public Relation adalah fungsi manajemen yang mengidentifikasikan, menetapkan, dan memelihara hubungan saling menguntungkan antara organisasi dan segala lapisan masyarakat yang menentukan keberhasilan atau kegagalan public relation.

British Institute of Public Opinion: Public relation adalah usaha sengaja, terencana, dan tidak pernah mati untuk memelihara dan menetapkan saling pengertian antara sebuah organisasi dan masyarakatnya.

Deutsche Public Relation: Public relation adalah usaha sengaja dan sesuai hukum untuk mencapai pemahaman dan membina serta memelihara kepercayaan di antara masyarakat umum atas dasar riset sistematis.

Dansk Public Relation Klub of Denmark: Publis relation adalah usaha manajerial secara sistematis dan tidak pernah berhenti yang digunakan sebagai alat bagi organisasi swasta dan pemerintah untuk membina pengertian, simpati, dan dukungan di lingkungan masyarakat yang diperkirakan akan berhubungan dengan mereka.

World Assemby of Public Relation: Public relation adalah seni dan ilmu social untuk menganalisis tren, meramalkan konsekuensi tindakan, memberikan konsultasi kepada pemimpin organisasi, dan melaksanakan program tindakan terencana demi kepentingan masyarakat umum dan organisasi.

Studi cermat mengenai penjelasan ini harus memungkinkan setiap orang mampu menyusun definisi kata sendiri. Orang tidak perlu mengingat definisi yang manapun, namun ada kata-kata kunci yang harus diingat.

Yaitu: sengaja, terencana, kinerja, kepentingan mayarakat, komunikasi dua arah dan fungsi manajemen.